Gerung — Kabar duka datang dari dunia hukum Indonesia. Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meninggal dunia pada Jumat malam di sebuah rumah sakit di Serpong, Tangerang Selatan. Ia wafat setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit.
Semasa hidup, Antasari dikenal sebagai pemimpin tegas dan berani. Ia memimpin lembaga antirasuah di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan sejumlah operasi tangkap tangan besar. Oleh karena itu, banyak pihak menilai kepergiannya meninggalkan jejak penting dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia.
Baca juga: Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Dikabarkan Meninggal Dunia
Di Gerung, sejumlah dosen dan mahasiswa Universitas Mataram mengenang Antasari sebagai sosok inspiratif. Mereka menilai, pesan moral yang sering ia sampaikan masih relevan hingga kini. “Beliau menegaskan bahwa korupsi bukan sekadar kejahatan finansial, tapi juga pengkhianatan terhadap rakyat,” ujar Dedi Haryono, dosen hukum Universitas Mataram.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan resmi. Masyarakat juga menggelar doa bersama di Masjid Agung Gerung sebagai bentuk penghormatan. Sementara itu, sejumlah tokoh nasional menulis pesan duka di media sosial, menyebut Antasari sebagai simbol keteguhan moral.
Jenazah rencananya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Meskipun beliau telah tiada, semangat integritasnya diyakini akan terus menginspirasi generasi muda hukum Indonesia. Dengan demikian, warisan perjuangan Antasari Azhar akan tetap hidup di hati masyarakat.
Kategori: Nasional, Hukum, KPK, Antasari Azhar, Gerung




