
Menurut keterangan resmi pihak kepolisian, keenam pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Mereka diduga kuat terlibat langsung dalam perusakan fasilitas Mapolda NTB. Oleh karena itu, seluruhnya kini sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui peran masing-masing.
Kronologi Perusakan Mapolda NTB
Aksi perusakan terjadi pada akhir pekan lalu. Massa yang awalnya berdemo secara damai tiba-tiba berubah anarkis. Mereka melempari gedung Mapolda dengan batu, merusak pagar, dan mencoba membakar ban di depan pintu masuk.
Pihak kepolisian yang berjaga langsung membubarkan massa. Selanjutnya, tim Reskrim mengidentifikasi para pelaku menggunakan rekaman CCTV. Dengan bukti tersebut, polisi berhasil menangkap enam orang yang diduga memimpin aksi perusakan.
Pernyataan Pihak Kepolisian
Kapolda NTB menyampaikan bahwa penangkapan ini membuktikan keseriusan aparat dalam menegakkan hukum. Ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum maupun fasilitas kepolisian.
Selain itu, Kapolda juga mengimbau masyarakat agar menyalurkan aspirasi secara damai. Menurutnya, dialog selalu terbuka, sehingga tidak perlu menggunakan cara-cara kekerasan yang justru merugikan banyak pihak.
Reaksi Masyarakat
Masyarakat sekitar Mapolda NTB mengaku resah atas kejadian tersebut. Banyak warga khawatir aksi serupa akan kembali terulang. Oleh sebab itu, mereka meminta agar polisi memperketat pengamanan di sekitar markas kepolisian dan fasilitas publik lainnya.
Di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat turut mengapresiasi langkah cepat aparat. Mereka berharap penyelidikan kasus ini segera tuntas agar situasi keamanan di NTB kembali kondusif.
Baca Juga : Gerung Dilanda Hujan Deras, Sejumlah Rumah di Lombok Barat Terendam
Dampak Sosial
Kejadian ini tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga memicu ketakutan warga. Akibatnya, aktivitas ekonomi di sekitar lokasi sempat terhenti selama beberapa jam. Namun, setelah situasi terkendali, masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa.
Pada akhirnya, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Dengan mengedepankan dialog dan penyelesaian damai, konflik dapat dihindari sehingga keamanan tetap terjaga.
















